Kemungkinan Zonasi Tahun 2019 Akan Ditambah

Kemungkinan Zonasi Tahun 2019 Akan Ditambah

Pelatihan guru guna pemahaman Kurikulum 2013 (K-13) akan dilaksanakan dengan berbasis sistem zonasi pada tahun 2019. Fokusnya, pengembangan kapasitas pembelajaran di kelas.

Pelatihan sebelumnya masih dinilai belum efektif laksana yang ditargetkan pemerintah. Metode pelatihan lazimnya masih terpusat, yaitu dilaksanakan di Jakarta atau ibu kota provinsi dan mengundang perwakilan guru dari daerah.

“Kapasitas pembelajaran terpusat pada empat kompetensi di abad ke-21 yaitu beranggapan kritis dan dapat mencari solusi permasalahan, inovasi dan kreativitas, komunikasi yang baik, serta keterampilan berjejaring dan berkomunikasi,” kata Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Supriano

Berdasarkan www.pelajaran.id data  Kemendikbud, ketika ini terdapat 1.985 zona sekolah. Supriano, laksana dikutip dari laman sah Dinas Pendidikan provinsi Jawa Barat menuliskan ada bisa jadi menambah zonasi guna meyakinkan masing-masing anak dapat mendapa tsekolah dan pemerataan bobot guru berkesinambungan.

Supriano menuliskan inti dari Kurikulum 2013 ialah keaktifan murid dalam belajar. Dari segi pelajaran akademik serupa dengan kurikulum sebelumnya. Akan tetapi, guru yang dulu dirasakan sebagai pusat pengetahuan kini beraksi sebagai fasilitator yang mesti mengembangkan kreativitas siswa.

Dalam pelatihan berbasis sistem zonasi, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Guru (KKG), dan Majelis Kepala Sekolah menjadi ujung tombak. Mereka bertugas merancang pelatihan menurut persoalan nyata yang terjadi di zona mereka.